MAKALAH
Qur’an Hadist
SABAR
Dosen Pengampu : Nur Habibullah, S.Pd.I M.Pd.I
LOKAL PAI-III B
Di susun
Oleh
KHAIRULLAH
SEKO LAH TINGGI AGAMA ISLAM ( STAI ) AN-NADWAH
KUALA TUNGKAL
2017
I
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT karna berkat kehadirat rahmat dan
hidayah nya sehingga kami para penulis
dapat menyelesaikan makalah Qur’an Hadist yang berjudul SABAR.
Ucapan terima kasih kepada orang tua yang telah memberi dukungan
dan do’a. dan juga kepada dosen pembimbing yang telah memberikan pembelajaran
mengenai Qur’an Hadist yang akan di bahas dalam makalah ini.
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada
makalah ini,oleh karena itu kami mengundang para pembaca untuk memberikan
kritikan dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu Qur’an Hadist
ini.
Demikian lah semoga makalah ini dapat memberikan informasi tentang SABAR.
bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan
ilmu Qur’an Hadist bagi kita semua.
Kuala
Tungkal, 23 JANUARI 2018
Penulis
II
DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................................................. I
Daftar Isi.......................................................................................................... II
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.............................................................................. 2
C. Tujuan Penulisan................................................................................ 2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian
Sabar................................................................................
3
B. Macam-Macam
Sabar......................................................................... 3
C. Keutamaan
Sabar............................................................................... 4
D. Sabar dalam
Al-Quran....................................................................... 4
E.
Aspek-Aspek Kesabaran Dalam Hadist............................................. 6
F. Kiat-Kiat Untuk
Meningkat Kesabaran.............................................. 7
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................................... 9
B. Saran................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 10
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Sabar merupakan sebuah
istilah yang berasal dari bahasa Arab, dan sudah menjadi istilah dalam bahasa
Indonesia. Asal katanya adalah "Shobaro", yang membentuk infinitif
(masdar) menjadi "shabran". Dari segi bahasa, sabar berarti menahan
dan mencegah. Menguatkan makna seperti ini adalah firman Allah dalam Al-Qur'an:
Dan bersabarlah kamu
bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari
dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari
mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu
mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta
menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi/
18 : 28)
Perintah untuk bersabar
pada ayat di atas, adalah untuk menahan diri dari keingingan ‘keluar’ dari
komunitas orang-orang yang menyeru Rab nya serta selalu mengharap
keridhaan-Nya. Perintah sabar di atas sekaligus juga sebagai pencegahan dari
keinginan manusia yang ingin bersama dengan orang-orang yang lalai dari
mengingat Allah SWT. Sedangkan dari segi istilahnya, sabar adalah Menahan diri dari sifat kegeundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan
dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah.
Amru bin Usman mengatakan,
bahwa sabar adalah keteguhan bersama Allah, menerima ujian dari-Nya dengan
lapang dan tenang. Hal senada juga dikemukakan oleh Imam al-Khowas, bahwa sabar
adalah refleksi keteguhan untuk merealisasikan al-Qur'an dan sunnah
Rasulullah SAW
memerintahkan umatnya untuk sabar ketika berjihad. Padahal jihad adalah
memerangi musuh-musuh Allah, yang klimaksnya adalah menggunakan senjata
(perang). Artinya untuk berbuat seperti itu perlu kesabaran untuk mengeyampingkan
keiinginan jiwanya yang menginginkan rasa santai, bermalas-malasan dan lain
sebagainya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian Sabar ?
2.
Bagaimanakah sabar dalam al-quran ?
3.
Bagaimanakah sabar dalam Hadits ?
C.
Tujuan Masalah
1.
Supaya Mahasiswa dapat mengetahui apa pengertian
sabar
2.
Dan juga dapat mengetahui bagaimana sabar
didalam Al-Quran
3.
Dan dapat mengetahui sabar didalam hadist
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Sabar
Sabar secara Etimologi:
Sabar (ash-shabar) berarti menahan dan mengekang (al-habs
wa al-kuf). Secara terminologis sabar berarti menahan diri dari segala
sesuatu yang tidak di sukai karena mengharap ridha Allah.Yang tidak di
sukai itu tidak selamanya terdiri dari hal-hal yang tidak di senangi
seperti musibah kematian,sakit,kelaparan dan sebagainya, tapi juga nisa
berupa hal-hal yang di senangi. Sabar dalam hal ini berarti menahan
danmengekang diri dari memperturutkan hawa nafsu. Dalam ensiklopedi islam
dijelaskan bahwa yang di maksud sabar ialah menahan diri dalam menanggung
suatu penderitaa,baik dalam menemukan sesuatu yan tidak di ingini ataupun
dalam bentuk kehilangan sesuatu yang disenangi.imam Al-ghazali mengatakan
bahwa sabar adalah suatu kondisi mental dalam mengendalikan nafsu yang
tumbuhnya atas dorongan ajaran islam.
Dengan kata lain sabar
ialah tetap tegaknya dorongan agama berhadapan dengan dorongan hawa nafsu.dorongan
agama ialah hidayah Allah kepada manusia untuk mengenal Allah, Rasul serta
mengamalkan ajaran-Nya. Sedangkan dorongan hawa nafsu ialah tuntutan
syahwat dan keinginan-keinginan rendah yang minta di laksanakan.Menurut M.
Jamaluddin barang siapa yang tegak bertahan sehingga dapat menundukkan
dorongan hawa nafsu secara terus menerus maka orang tersebut
termasuk golongan orang yang sabar.
B.
Macam – Macam Sabar
Menurut Yusuf Al-Qardhawi
dalam bukunya Ash-Shabrfi Al-Qur’an,sabar dapat di bagi menjadi enam macam:
1.
Sabar menerima cobaan hidup
2.
Sabar dari Keinginan Hawa Nafsu
3.
Sabar Dalam Taat Kepada Allah SWT
4.
Sabar Dalam Berdakwah
5.
Sabar dalam perang
6.
Sabar dalam pergaulan
C.
Keutamaan Sabar
Sifat sabar dalam Islam
menempati posisi yang istimewa.Al-Qur’an mengaitkan sifat sabar dengan
bermacam-macam sifat mulia lainnya. Antara lain di kaitkan
dengan keyakinan, syukur, tawakkal, dan taqwa.mengaitkan satu sifat dengan
banyak sifat mulia lainnya menunjukkan betapa istimewanya sifat itu.Karena
sabar merupakan sifat mulia yang istimewa, tentu dengan sendirinya
orang-orang yang sabar juga menempati posisi yang istimewa. Sifat sabar
memang sangat di butuhkan sekali unyuk mencapai kesuksesan dunia dan
akhirat. Seorang mahasiswa tidak akan berhasil mencapai gelarkesarjanaan tanpa
sifat sabar dalam belajar.
D.
Sabar Digambarkan Dalam Al-Qur’an
Dalam al-Qur'an banyak
sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai kesabaran. Jika ditelusuri secara
keseluruhan, terdapat 103 kali disebut dalam al-Qur'an, kata-kata yang
menggunakan kata dasar sabar; baik berbentuk isim maupun fi'ilnya. Hal ini
menunjukkan betapa kesabaran menjadi perhatian Allah SWT, yang Allah tekankan
kepada hamba-hamba-Nya. Dari ayat-ayat yang ada, para ulama mengklasifikasikan
sabar dalam al-Qur'an menjadi beberapa macam;
1.
Sabar merupakan perintah Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam
QS. Al-Baqarah : 153:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ
مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٣
Artinya : "Hai orang-orang yang
beriman, mintalah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan shalat,
sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
Ayat-ayat lainnya yang serupa mengenai perintah untuk bersabar sangat
banyak terdapat dalam Al-Qur'an.
2.
Larangan isti'jal (tergesa-gesa/tidak sabar), sebagaimana yang Allah firmankan (QS. Al-Ahqaf/
46: 35):
فَٱصۡبِرۡ
كَمَا صَبَرَ أُوْلُواْ ٱلۡعَزۡمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسۡتَعۡجِل لَّهُمۡۚ
كَأَنَّهُمۡ يَوۡمَ يَرَوۡنَ مَا يُوعَدُونَ لَمۡ يَلۡبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةٗ
مِّن نَّهَارِۢۚ بَلَٰغٞۚ فَهَلۡ يُهۡلَكُ إِلَّا ٱلۡقَوۡمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ٣٥
Artinya
: “Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi
mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa)
seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah)
suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik
(Q.S. Al-Ahqaf : 35)
3.
Pujian Allah bagi orang-orang yang sabar, sebagaimana yang terdapat dalam
QS. 2: 177:
……وَٱلصَّٰبِرِينَ فِي ٱلۡبَأۡسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ
وَحِينَ ٱلۡبَأۡسِۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُتَّقُونَ
١٧٧
Artinya : "…dan orang-orang yang bersabar dalam kesulitan, penderitaan dan dalam
peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar imannya dan mereka itulah
orang-orang yang bertaqwa." (Q.S. Al-Baqarah : 177)
4.
Allah SWT akan mencintai orang-orang yang sabar. Dalam surat Ali Imran (3:
146) Allah SWT berfirman :
……..وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٤٦
Artinya :…"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (Q.S. Al-Imran : 146)
5.
Kebersamaan Allah dengan orang-orang yang sabar. Artinya Allah SWT
senantiasa akan menyertai hamba-hamba-Nya yang sabar. Allah berfirman (QS. 8:
46) ;
وَأَطِيعُواْ
ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفۡشَلُواْ وَتَذۡهَبَ رِيحُكُمۡۖ وَٱصۡبِرُوٓاْۚ
إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ ٤٦
Artinya
: “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu
berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu
dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. Al-Anfal : 46)
E.
Aspek - Aspek Kesabaran Dalam Hadits
Dalam hadits-hadits
Rasulullah SAW, terdapat beberapa hadits yang secara spesifik menggambarkan
aspek-aspek ataupun kondisi-kondisi seseroang diharuskan untuk bersabar.
Diantara kondisi-kondisi yang ditekankan agar kita bersabar adalah :
1.
Sabar terhadap musibah.
Diriwayatkan : Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang
wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW
bersabda, “Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut
menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan
tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut,
bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi
pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata
kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai
Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada
hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
2. Sabar ketika menghadapi
musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat,
Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW
bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika
kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
3. Sabar berjamaah, terhadap
amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat
digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW
bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak
disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari
jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian
jahiliyah. (HR. Muslim)
4.
Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat
digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata
kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan)
si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW
bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap
orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga
kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
5. Sabar dalam kehidupan
sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits
diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi
dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih
baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta
tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
6. Sabar dalam kerasnya
kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat
digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah
bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya,
maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR.
Turmudzi)
F.
Kiat Kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
Kiat-kiat tersebut adalah;
1.
Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya
untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya
kesabaran kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak tilawah
(baca; membaca) al-Qur'an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan
lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan
pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur'an merupakan obat
bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah 3.
Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi
hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga
merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
3. Mujahadatun Nafs, yaitu
sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna
mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif,
seperti malas, marah, kikir.
4. Mengingat-ingat
kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal
secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti'jal), memiliki prosentase yang
cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika
merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat "amalan" seseorang
yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
5. Perlu mengadakan
latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam
rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi
misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq
fi sabilillah, dsb.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Inilah sekelumit sketsa
mengenai kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan
karakter orang mu'min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap
insan. Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap
sabar ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan
kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan
keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi
yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah,
marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah,
Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.
B.
Saran
Makalah ini diharapkan
dapat bermanpaat bagi setiap mahasiswa dan mengetahui apa itu pengertian sabar,
bagaimanah sabar dalam al-quran dan hadits serta dapat mengaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
Aisyah.
2010. Kiat Sabar Dalam Islam.http://aisyahkusnadi.multiply.com

Komentar
Posting Komentar